“I thought it was amazing how they (the tarantulas) ate and how pretty some of them are. They were so cool to me and I was fascinated.”–Catelyn Topping-
Kutipan di atas merupakan kutipan dari website www.timesfreepress.comyang dikatakan oleh seorang yang tertarik akan tarantula. Di zaman milenium ini, hewan peliharaan bukan hanya sesuatu yang imut dan lucu saja, namun sekarang sudah banyak orang yang memelihara hewan yang mungkin menurut sebagian orang menyeramkan; salah satunya adalah tarantula. Tarantula adalah salah satu spesies dari laba-laba yang berukuran
besar yang digolongkan dalam keluarga Theraphosidae, tersebar di seluruh daerah tropis dan gurun.
besar yang digolongkan dalam keluarga Theraphosidae, tersebar di seluruh daerah tropis dan gurun.
Umumnya, hewan yang termasuk dalam kelas arachnida ini bukan tipikal hewan yang suka menyerang, bahkan cenderung kabur, namun jika memang benar-benar merasa terdesak, maka mereka akan menyerang. Secara fisik, tarantula memiliki rambut-rambut halus di seluruh tubuhnya untuk pertahanan diri dari serangan makhluk lain. Mereka juga dilengkapi oleh sepasang taring di depan matanya. Kepalanya menyatu dengan badan.
Walaupun jinak, manusia harus tetap berhati-hati terhadap hewan ini, karena walau seberapapun jinaknya, tetap saja tarantula adalah hewan karvornia yang berbisa. Racun yang dihasilkan walaupun tidak sampai membunuh manusia (sejauh ini), namun untuk kategori racun sedang-tinggi cukup menbuat efek berhari-hari seperti sesak napas, bengkak di tempat gigitan, denyut jantung cepat, rasa gatal.
Dari klasifikasi jenisnya, hewan raksasa berkaki delapan ini dibedakan menjadi dua kategori, Old World dan New World. Jenis Old World banyak ditemukan di daerah Asia Pasifik dengan ciri-ciri lebih agresif karena memiliki sedikit rambut di sekujur tubuhnya. Hal ini menjadikan jenis Old World suka menggigit dan menyerang apapun yang mengancam keberadaanya. Berbeda dari Old World, jenis New World lebih tenang terhadap manusia karena pertahanan diri lebih kepada melepaskan rambut yang mereka miliki. Spesies ini banyak ditemukan di daerah Amerika Utara dan Amerika Selatan. Dari jenis-jenis tersebut, tarantula dibedakan lagi menjadi dua golongan besar yaitu aboreal dan terestrial. Golongan aboreal adalah golongan yang tempat hidupnya berada di tempat tinggi seperti pohon, kaki-kakinya lebih lebih panjang karena dikondisikan untuk memanjat, larinyapun lebih cepat. Golongan terestrial adalah golongan tarantula yang lebih suka berdiam diri dan menggali lubang di tanah. Di dalam tanah, hewan ini akan membuat jaring tipis sebagai pendeteksi getaran yang berfungsi menjerat hewan yang melewati jaring-jaring tersebut.
Di paragraf-paragraf sebelumnya telah dijelaskan apakah itu tarantula. Jika berniat memelihara tarantula, kita harus tau bagaimana waktu dan cara yang tepat dalam memberikan makan tarantula kesayangan kita. Selanjutnya saya akan membahas tentang bagaimana aturan atao cara terbaik dalam memberi makan tarantula yang baik dan benar.
Tarantula merupakan hewan yang metabolismenya bisa dibilang lambat, karena mereka tidak mudah lapar maupun haus walaupun tidak makan dan minum selama beberapa hari. Sebagai pemilik tarantula, dalam hal memberikan makan dan air juga tidak harus terjadwal secara pasti. Memberikan makan dan minum pada tarantula seminggu sekali sudah cukup. Untuk sling tarantula mungkin bisa dibuatkan perkiraan dua kali seminggu.
Pertama-tama yang perlu dikatahui di sini adalah bagaimana sistem pencernaan dari tarantula. Mulut tarantula berada di bawah taring, bentuknya tidak seperti mulut pada umumnya, namun berbentuk seperti penghisap untuk menghisap cairan dari mangsanya. Untuk mangsa yang terlalu padat atau kental untuk dihisap, tarantula akan menggunakan cairan yang bernama racun celicerae. Hal ini dimaksudkan agar makanan menjadi cairan dan mudah dihisap oleh si laba-laba raksasa.
Yang ke-dua, karena kita memelihara, maka kita bertanggung jawab pada makanan yang diberikan. Makanan yang cukup baik untuk tarantula adalah jangkrik, ulat hongkong, dan sesekali diberikan tikus kecil(hanya diberikan pada tarantula yang sudah dewasa). Ini dimaksudkan agar kebutuhan gizi tarantula terpenuhi dan untuk menghindari kebosanan karena hanya makan makanan yang sama setiap kali makan. Untuk yang masih sling, sebaiknya jangan diberi jangkrik dalam keadaan hidup, karena bisa membahayakan tarantula. Lebih baik jika diberi bagian kakinya saja. Dalam memeberikan air minum, untuk tarantula dewasa, berikan air bersih dengan menggunakan tutup botol bekas air mineral, letakkan di dalam kandang. Namun untuk tarantula yang masih sling, belum bisa jika harus diperlakukan sama. Untuk bayi tarantula lebih tepatnya jika menggunakan alat penyemprot (Gunakan hanya alat penyeprot air, jangan menggunakan semprotan bekas racun serangga). Seprotkan ke pinggiran kandang sampai kira-kira terdapat semacam embun yang menempel pada dinding kandang. Perlu diperhatikan bahwa dalam melakukan penyemprotan, jangan sampai kandang menjadi basah kuyup.
Memberi makan juga harus melihat keadaan si tarantula. Jika diberi makanan hidup seperti jangkrik, namun tarantula tidak mau memakannya dan hanya bertingkah pasif, segera ambil jangrik tersebut. Bisa dipastikan bahwa tarantula sedang dalam masa sebelum ganti kulit (pre-molt). Jika jangkrik tetap dibiarkan dalam kandang, beresiko akan menggagalkan proses ganti kulit si tarantula, yang berdampak pada nyawa tarantula. Makanan bisa diberikan 4-7 hari setelah masa pergantian kulit, karena pada saat itu kulit baru tarantula sudah lebih keras, dan siap untuk makan.
Yang terakhir adalah power feeding. Power feeding dimaksudkan agar tarantula bisa cepat besar, dan dilakukan sexing. Setelah gender berhasil diketahui barulah power feeding dihentikan. Namun ada kekurangnnya jika memberlakukan sistem power feeding, yaitu bisa membuat umur tarantula lebih pendek, karena dengan dilakukannya power feeding, maka tarantula akan cepat molt dan menuju ultimate molt.
Kesimpulannya, walaupun pemberian makan tarantula tidak terlalu merepotkan, namun ada hal-hal yang perlu diperhatikan. Seperti perbedaan cara memberi akan dan jenis makanan untuk adult dan sling. Untuk tarantula yang masuk dalam masa premolt dan setelah molt juga ada tindakan khususnya. Karena jika salah, maka bukan hanya kita akan membahayakan nyawa tarantula itu sendiri, namun kita juga akan sedih, belum lagi jika harus kehilangan ratusan ribu bahkan jutaan rupiah.
Sources:
· http://www.timesfreepress.com/news/2013/nov/05/tarantulas-may-look-scary-owners-say-theyre-quite-/
it's quite scary. nope, really scary I mean. Snake is more than enough to tolerate, but tarantula?? hope I won't see one with you :D
ReplyDelete